banner 325x300
POLITIK

Dengan Nada Tinggi, Megawati Kritik Penegakan Hukum Yang Dipermainkan

×

Dengan Nada Tinggi, Megawati Kritik Penegakan Hukum Yang Dipermainkan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. (Foto:net)

POLITIK – Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dengan suara tinggi mengkritik masalah penegakan hukum dan kekuasaan saat ini.

Menurut Megawati saat ini hukum telah dipermainkan untuk menjalankan kekuasaan dengan semena-mena oleh penguasa.

Mega menyampaikan itu dalam pidatonya di HUT ke-51 PDIP bertajuk ‘Satyam Eva Jayate’, Jakarta, Rabu (10/1).

“Sekarang hukum itu dipermainkan bahwa kekuasaan itu dapat dijalankan semau-maunya saja. No, no, and no,” kata Megawati dalam pidatonya.

Nada omongan Mega meninggi seraya mengangkat tangannya ke depan kala melontarkan itu.

Selanjutnya, ia menekankan setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum. Hukum tak boleh pandang bulu.

Mega mengaku miris para elit yang sudah berkelayakan hari ini mulai melupakan akar rumput.

Mereka rakyat yang masih hidup dalam ketidakadilan.

“Yang namanya wong cilik yang masih sengsara yang tidak berkeadilan,” ucap dia.

Peringatan HUT ke-51 PDIP digelar sederhana di sekolah partai, Lenteng Agung, Jakarta. PDIP hanya mengundang 51 tokoh VVIP.

Jajaran menteri pemerintahan Presiden Joko Widodo yang hadir yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki.

Kemudian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmavati.

“Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan yang menjadi sahabat saya sejak lama. Lalu sebetulnya Pak Basuki Menteri PUPR ingin juga datang tapi dapat tugas karena hari ini, kemarin juga ada hajatan di Pakualaman,” ujarnya.

Adapula menteri dari PDIP seperti Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo.

Selain para menteri, kata dia, jajaran Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga turut meminta diundang.

“Hadir juga TPN Bapak Arsjad Rasjid, Bapak Gatot Edi Pramono, Bapak Andi Widjajanto. Ini juga minta diundang,” ucap Megawati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *