HUKRIM

Dua Bidan di Palopo Dipukul Pria ODGJ

×

Dua Bidan di Palopo Dipukul Pria ODGJ

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto:net)

PALOPO – Dua orang bidan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipukul pria diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di parkiran Rumah Sakit (RS) St Madyang. Salah satu korban mengalami luka di hidungnya.

“Ya benar ada dua bidan yang dipukul secara tiba-tiba oleh seorang pria diduga ODGJ,” ujar Bhabinkamtibmas Salekoe Aiptu Muh Abduh Liso, Jumat 26 Jumat 2024.

Abduh Liso mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi di sekitar parkiran motor Rumah Sakit St Madyang, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, pada Kamis (25/1), kemarin.

Bidan yang jadi korban merupakan karyawan di rumah sakit tersebut.

“Jadi kejadiannya pada Kamis (25/1) kemarin di sekitar parkiran RS St Madyang samping Masjid Nurul Asbari. Waktu itu bidan yang bekerja di RS St Madyang tersebut mau parkir tiba-tiba dipukul pria diduga ODGJ,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan pelaku diduga sebagai ODGJ berdasarkan informasi dari warga sekitar.

Pelaku memang kerap mangkal di sekitar lokasi kejadian.

“Secara kebetulan 2 bidan sedang mengendarai sepeda motor bermaksud parkir di parkiran Rumah Sakit samping Masjid Nurul Asbari, diduga pelaku ODGJ berada diparkiran, tidak diketahui penyebabnya langsung memukul helm korban hingga mengenai hidung korban,” jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, salah satu bidan yang dipukul mengalami pendarahan pada hidung.

Sementara pelaku lalu diamankan ke Polsek Wara.

“Satu bidan hidungnya berdarah karena terkena pukulan. Pelaku kami amankan ke Polsek Wara namun yang mengetahui kalau orang tersebut ODGJ adalah dokter. Kami hanya menduga karena gaya dan bicaranya tidak nyambung saat ditanya,” bebernya.

Abduh Liso menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk penanganan lebih lanjut terhadap pelaku.

Sebab, kata dia, seorang polisi tak memiliki wewenang lebih jauh selain mengamankan.

“Kami juga sudah koordinasikan sama Dinas Sosial untuk penanganan selanjutnya, karena pihak kepolisian tidak bisa menahan orang ODGJ,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *