HEADLINE

Gempa Besar Guncang Bitung, Bangunan Rusak dan Satu Orang Dilaporkan Tewas di Manado

×

Gempa Besar Guncang Bitung, Bangunan Rusak dan Satu Orang Dilaporkan Tewas di Manado

Sebarkan artikel ini
Foto : Sebuah bangunan rusak akibat gempa di Bitung

MANADO — Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Timur Indonesia, tepatnya 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 05.48 WIB itu memiliki magnitudo 7,6 dengan kedalaman 62 kilometer, memicu kewaspadaan luas di sejumlah daerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pembaruan resminya menyebut gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Hingga pukul 07.00 WIB, hasil pemantauan BMKG mencatat telah terjadi sedikitnya 11 gempa susulan (aftershock). Dari rangkaian gempa tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai 5,5.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan muka air laut pascagempa.

Warga diminta mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta terus memantau informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial.

Sementara itu, dampak gempa mulai dilaporkan dari sejumlah daerah. Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengungkapkan bahwa gempa tektonik tersebut menyebabkan korban di Kota Manado.

“Satu korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan dan telah dievakuasi ke rumah sakit. Sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah melompat dari dalam toko saat gempa terjadi,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Selain korban jiwa dan luka-luka, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan. Hingga kini, tim Basarnas bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan serta menyisir lokasi terdampak untuk memastikan kemungkinan adanya korban lain.

Situasi di sejumlah wilayah masih dalam pemantauan intensif, sementara masyarakat diimbau tetap siaga terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.