DAERAH

Pemkab Luwu Siapkan 8 Juta Bibit Kakao, Bupati Patahudding Persilakan Petani Ajukan Proposal

×

Pemkab Luwu Siapkan 8 Juta Bibit Kakao, Bupati Patahudding Persilakan Petani Ajukan Proposal

Sebarkan artikel ini

LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui berbagai program prioritas, Pemkab Luwu menyiapkan bantuan jutaan bibit untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Luwu, Patahudding, dalam sambutannya sebelum berbuka puasa bersama pada kegiatan silaturahmi yang digelar Pemerintah Kecamatan Kamanre, Jumat (27/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Patahudding memaparkan sejumlah program bantuan bibit yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Luwu.

“Jadi bantuan bibit kakao ada 8 juta bibit untuk 8.000 hektare, bibit kelapa dalam 100 hektare, kelapa genjah pandan wangi 300 hektare, kemudian pala 500 hektare, kopi arabika 400 hektare, kopi robusta 50 hektare, serta rehabilitasi kebun cengkeh seluas 300 hektare,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Kakao, kelapa, pala, kopi, dan cengkeh dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di wilayah Luwu.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh bantuan tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Ia mendorong kelompok tani agar proaktif dan tertib administrasi dalam mengajukan permohonan bantuan.

“Jadi apa yang menjadi kebutuhan keluarga tani, misalnya alsintan atau bibit, silakan masukkan permohonannya berupa proposal kelompok tani,” imbuhnya.

Ia berharap, dengan dukungan bibit unggul dan peremajaan tanaman, produktivitas pertanian di Luwu semakin meningkat dan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di tengah berbagai tantangan sektor pertanian saat ini.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut juga menjadi ajang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.