MOROWALI – Akses jalan penghubung Provinsi Sulawesi Tengah menuju Sulawesi Selatan melalui jalur Seba-Seba dipastikan ditutup total mulai Minggu, 15 Maret 2026.
Penutupan dilakukan oleh masyarakat Desa Bahomoahi, Kecamatan Bungku Timur, sebagai bentuk protes atas gangguan keselamatan dan kesehatan yang mereka alami.
Pemblokiran jalan akan dipusatkan di dua titik, yakni di KM 2 dan pintu masuk pertigaan Jalan Trans Sulawesi di Desa Bahomoahi.
Penutupan ini berlaku untuk seluruh kendaraan dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.
Dalam laporan resmi Pemerintah Desa Bahomoahi kepada Bupati Morowali, disebutkan bahwa tingginya aktivitas kendaraan di jalur tersebut menimbulkan berbagai masalah bagi warga.
Jalur sepanjang sekitar 49 kilometer ini sebenarnya berstatus jalan non-status. Namun karena jarak tempuhnya lebih singkat sekitar tiga jam dari Bahomoahi menuju Wawondula dan Sorowako jalan ini menjadi rute favorit kendaraan umum serta kendaraan roda dua dan roda empat.
Sayangnya, tingginya volume kendaraan tidak diimbangi dengan etika berkendara yang baik. Banyak pengendara melaju dengan kecepatan tinggi di kawasan permukiman sehingga meningkatkan risiko kecelakaan dan membuat warga resah.
Selain itu, warga juga mengeluhkan polusi debu tebal, terutama di Dusun Dua yang jalannya belum beraspal. Debu tersebut tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai merugikan para petani di sekitar jalur tersebut.
Dalam laporan itu juga disebutkan adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan melakukan pungutan liar di beberapa titik tanpa dasar hukum yang jelas, sehingga menambah beban bagi para pengguna jalan.







