SOPPENG – Wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali terlihat di Kabupaten Soppeng. Personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel turun langsung membantu pembangunan jembatan gantung yang menjadi akses vital bagi warga Lakellu, Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo.
Kegiatan sosial ini berlangsung pada Minggu, 30 November 2025.
Sebanyak 15 personel Brimob dipimpin Ipda Taufik, Wadanki 3 Batalyon C Pelopor, bergabung dengan 3 personel Tim Vertikal Rescue Indonesia serta masyarakat setempat.
Mereka bekerja bahu-membahu demi mempercepat penyelesaian jembatan yang sangat dibutuhkan untuk mobilitas warga, khususnya pelajar, petani dan pengendara yang selama ini kesulitan menyeberangi wilayah tersebut.
Di lapangan, personel Brimob tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi terjun langsung dalam berbagai tahapan pembangunan. Mereka membantu pembuatan pondasi jembatan gantung, pemerataan area sekitar tiang gapura, penanaman detmen (batu sebagai titik tumpu penarikan tali slin), hingga penimbunan lubang detmen.
Kehadiran mereka mempercepat pekerjaan sekaligus memberi rasa aman bagi warga yang turut bergotong royong.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah Brimob ini merupakan bentuk kepedulian Polri yang sejalan dengan instruksi Kapolri untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Personel Brimob turun langsung untuk membantu warga sebagai wujud nyata Polri hadir di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian Polri dalam mendukung pembangunan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Pembangunan jembatan gantung ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol kebersamaan dan harapan. Bagi warga Desa Watu, jembatan tersebut akan membuka akses pendidikan, ekonomi, serta layanan publik yang sebelumnya terhambat.
Lewat kegiatan ini, Brimob Polda Sulsel membuktikan bahwa tugas Polri tidak hanya soal pengamanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan pembangunan.
Di balik seragam dan disiplin, hadir pula kepedulian, empati dan semangat mengabdi demi kesejahteraan masyarakat.
Dengan kehadiran mereka, warga Soppeng mendapatkan bukan hanya sebuah jembatan, tetapi juga jembatan harapan yang menghubungkan kehidupan menjadi lebih baik.







