LUWU — Pemerintah Kabupaten Luwu memperkuat sinergi pembangunan inklusif melalui peluncuran Program ELEVATE (Economic Livelihood Capabilities and Violence Elimination for Women) yang diinisiasi Save the Children Indonesia.
Program tersebut difokuskan pada penguatan perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender, pemenuhan hak anak, serta peningkatan ketahanan masyarakat.
Peluncuran dan koordinasi awal program berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda Kabupaten Luwu, Senin (18/5/2026), dan dibuka langsung Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu, Moch Arsal.
Program ELEVATE akan berjalan pada periode 2026 hingga 2029 dengan dukungan Uni Eropa serta melibatkan sejumlah mitra lokal, di antaranya Forum Pengada Layanan (FPL), LBH Apik, LPP Bone, Perkumpulan Wallacea, dan SCF.
Melalui pendekatan lintas sektor, program ini mengintegrasikan sistem perlindungan terhadap Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dengan penguatan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan atau Women’s Economic Empowerment (WEE). Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi berbagai kerentanan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Di Kabupaten Luwu, Program ELEVATE akan menyasar 10 desa yang tersebar di lima kecamatan hingga November 2029.
Implementasi program dilakukan melalui kolaborasi berbagai sektor dengan fokus pada penguatan kapasitas masyarakat dan keberlanjutan program.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu, Moch Arsal, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak agar pelaksanaan program berjalan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang mandiri dan inklusif. Sinergi program pemerintah daerah dengan para mitra diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Luwu, seperti Dinas Pendidikan, Dinas P3AP2KB, Dinas PMD, Dinas Pertanian, hingga UPTD PPA, juga menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan program daerah dengan implementasi Program ELEVATE.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, kecamatan, organisasi perempuan, serta jaringan masyarakat sipil. Pertemuan ditutup dengan diskusi penyelarasan program antar-OPD guna memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan upaya perlindungan perempuan dan anak, penguatan ekonomi keluarga, serta pembangunan masyarakat tangguh dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Luwu. (Wahyudi Baso)







