PALOPO — Hujan deras yang mengguyur Kota Palopo, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 19.30 WITA, Minggu (30/11/2025), menyebabkan genangan banjir di sejumlah titik.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat dan aktivitas pengendara terganggu.
Sejak hujan mulai turun, para pengendara sepeda motor memilih menepi di tempat yang aman lantaran ketinggian air meningkat dengan cepat.
Derasnya arus membuat sebagian warga enggan mengambil risiko menerobos banjir.
Di beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan Belimbing dan Jalan Opsal, ketinggian air bahkan nyaris mencapai lutut orang dewasa.
Bahkan, banyak kendaraan yang terjebak, sehingga warga harus menunggu hujan reda atau genangan surut untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Situasi lebih parah terjadi di jalur Trans Sulawesi, tepatnya di Kelurahan Salubulo. Jalur tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda empat yang memiliki ground clearance lebih tinggi.
Fadli, seorang warga yang hendak melintas di lokasi tersebut, mengaku tidak berani menerobos banjir menggunakan sepeda motor.
“Lebih baik menepi. Air terlalu tinggi dan deras, bahaya nanti mesin motor bisa kemasukan air,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan atau korban akibat banjir.
Warga pun diimbau tetap berhati-hati, terutama saat melintas di titik rawan genangan dan menghindari jalan yang sulit dilewati.
Pemerintah setempat diharapkan segera melakukan langkah penanganan untuk mengurangi dampak banjir yang berulang di kawasan tersebut.







