LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Perdagangan menggelar Pasar Murah LPG 3 kilogram sebagai langkah cepat mengatasi kelangkaan pasokan dan tingginya harga gas bersubsidi yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026, dengan lokasi penjualan dipusatkan di kantor-kantor kecamatan yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Ruslang, mengatakan pasar murah LPG 3 kilogram merupakan bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi pasokan dan harga gas bersubsidi yang dinilai memberatkan masyarakat.
“Pasar murah ini merupakan respons Pemerintah Kabupaten Luwu atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram dan tingginya harga yang terjadi di tingkat pengecer,” katanya.
“Kami ingin memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi dengan harga yang sesuai dan pasokan yang tersedia,” ujarnya menambahkan.
Menurutnya, pada setiap titik lokasi disiapkan sebanyak 560 tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan melalui agen resmi.
Ia menyebut bahwa program tersebut dilaksanakan secara bertahap di 15 kecamatan, yakni Belopa, Belopa Utara, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Ponrang Selatan, Ponrang, Bupon, Bua, Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lamasi, dan Lamasi Timur.
Ruslang menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga LPG bersubsidi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu dilaporkan mengalami kelangkaan serta kenaikan harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer.
Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, masyarakat yang ingin membeli LPG 3 kilogram diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau fotokopi Kartu Keluarga (KK).
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan membawa identitas diri saat melakukan pembelian,” ucapnya.
“Langkah ini dilakukan agar distribusi LPG bersubsidi dapat lebih tertib, tepat sasaran, dan menghindari pembelian berulang yang berpotensi mengganggu pemerataan distribusi,” sambungnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu berharap pelaksanaan pasar murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menstabilkan pasokan dan harga LPG bersubsidi di pasaran.
Selain itu, pemerintah daerah bersama agen penyalur dan pihak terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG 3 kilogram guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran subsidi berjalan sesuai ketentuan. (Wahyudi Baso)







