PALOPO – Suasana berbuka puasa selalu identik dengan aneka jajanan khas yang menggugah selera. Di antara beragam pilihan takjil yang dijajakan, jalangkote tampil sebagai menu buka puasa paling terlaris tahun ini.
Sejak awal Ramadan 1447 Hijriah, para pedagang yang ada di seputaran Pasar Niaga Palopo (PNP) mengaku permintaan jalangkote meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Kue tradisional khas Sulawesi Selatan ini laris manis diburu warga untuk melengkapi hidangan berbuka puasa.
Jalangkote dikenal sebagai kudapan gurih berbentuk setengah lingkaran dengan isian sayuran seperti wortel, kentang dan bihun, serta terkadang ditambah telur atau daging cincang serta mayones.
Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam, ditambah cocolan saus pedas manis khasnya, membuat jalangkote menjadi favorit berbagai kalangan.
Salah seorang pedagang mengungkapkan, setiap sore menjelang waktu berbuka, pembeli sudah mulai berdatangan. Bahkan, dalam waktu singkat ratusan jalangkote bisa habis terjual.
“Biasanya kami siapkan dua kali lipat dari hari biasa. Kalau tidak ditambah, sering kehabisan sebelum azan magrib,” ujarnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap jalangkote tidak terlepas dari cita rasanya yang ringan namun mengenyangkan, sehingga cocok menjadi menu pembuka sebelum menyantap makanan utama.
Selain itu, harganya yang terjangkau juga menjadi alasan utama mengapa jajanan ini tetap menjadi primadona setiap Ramadan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Di tengah menjamurnya makanan modern dan kekinian, jalangkote tetap bertahan sebagai pilihan utama untuk berbuka puasa.
Dengan tingginya permintaan selama Ramadan 1447 H, jalangkote kembali membuktikan diri sebagai salah satu ikon takjil yang tak pernah kehilangan penggemarnya.







