PALOPO – Upaya pencegahan tawuran antar kelompok pemuda kembali digencarkan jajaran Polres Palopo. Melalui operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar Selasa malam (24/2/2026) sekitar pukul 22.30 WITA, sejumlah pemuda yang diduga kerap terlibat aksi bentrok antar kelompok berhasil diamankan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim IPTU Sahrir, S.H., didampingi Kanit Pidum IPDA Suwadi serta Dantim Resmob AIPDA Ronald Effendi.
Operasi berlangsung di Jalan Dr. Ratulangi, Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara, Kota Palopo wilayah yang sebelumnya dilaporkan rawan gesekan antar kelompok pemuda Kilometer 8 dan Pelangiran.
Dalam operasi itu, petugas mengamankan sejumlah pemuda yang diduga hendak terlibat tawuran di kawasan Kelurahan Buntu Datu dan Kelurahan Batu Walenrang.
Ironisnya, beberapa di antaranya masih berstatus pelajar dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun.
Tak hanya mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang cukup mengkhawatirkan. Di antaranya senjata rakitan peledak jenis papporo, ketapel, anak panah dengan jambul merah, serta sembilan unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi sebelum aksi tawuran berlangsung.
Seluruh pemuda beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Palopo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga masih mendalami peran masing-masing serta kemungkinan adanya provokator atau pihak lain yang terlibat dalam rencana bentrokan tersebut.
Kasat Reskrim IPTU Sahrir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aksi-aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami melaksanakan kegiatan cipta kondisi ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi tawuran yang dapat merugikan masyarakat maupun para pelaku sendiri. Apalagi sebagian yang diamankan masih di bawah umur. Kami akan melakukan pembinaan serta memanggil orang tua mereka. Namun apabila ditemukan unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari.
Menurutnya, peran keluarga sangat penting untuk mencegah remaja terjerumus dalam aksi tawuran maupun tindak kriminal lainnya.
Langkah cepat aparat ini diharapkan mampu meredam potensi konflik antar kelompok pemuda di Kota Palopo, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.






