LUWU – Patahudding meresmikan Jembatan Salubua–Kaili yang terletak di Kecamatan Suli Barat, Jumat (13/2/2026). Peresmian ini menandai rampungnya pembangunan infrastruktur strategis yang selama ini menjadi penghubung utama antarwilayah di kecamatan tersebut.
Jembatan yang menghubungkan Desa Salubua dan Kaili ini dibangun dalam dua tahap. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Luwu, Ikhsan Asaad, menjelaskan bahwa tahap pertama dilaksanakan pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar.
Pembangunan kemudian dituntaskan pada 2025 melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar kurang lebih Rp7 miliar.
Secara teknis, jembatan tersebut memiliki bentang sepanjang 60 meter dengan lebar 4,2 meter. Konstruksinya menggunakan beton mutu K-250 yang mampu menahan beban hingga 250 kilogram per sentimeter persegi.
Pada 2025, Jembatan Salubua ditetapkan sebagai program strategis daerah, tidak hanya karena nilai investasinya, tetapi juga tingkat kompleksitas pengerjaannya.
Ikhsan menyebutkan, pembangunan jembatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berorientasi pada keunggulan, karakter, dan penguatan sektor berbasis bisnis. Infrastruktur konektivitas antar desa dan antar kecamatan menjadi fokus kebijakan guna meningkatkan keterjangkauan wilayah.
Apresiasi atas selesainya proyek tersebut datang dari Anggota DPRD Kabupaten Luwu, Sukardi. Ia menilai, dalam satu tahun masa jabatan, Bupati Luwu mampu menuntaskan satu jembatan strategis di Suli Barat yang telah lama dinantikan masyarakat.
Dalam sambutannya, Patahudding menegaskan bahwa penyelesaian Jembatan Salubua–Kaili merupakan bagian dari komitmen kerja pada tahun pertama masa kepemimpinannya.
Ia mengungkapkan, di awal masa jabatan, pemerintah daerah sempat menghadapi efisiensi anggaran dengan penarikan dana ke pusat sekitar Rp97 miliar. Meski demikian, pembangunan jembatan tetap berhasil dirampungkan.
“Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, memangkas jarak dan waktu tempuh, serta memperlancar distribusi hasil produksi warga di Kecamatan Suli Barat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut memaparkan sejumlah program prioritas tahun 2026, di antaranya pembangunan Bendungan Mamaran dan Bendungan Salubua, revitalisasi PAUD, SD, dan SMP, bantuan 8 juta bibit kakao dari Kementerian Pertanian untuk lahan seluas 8.000 hektare, serta program pemberangkatan umrah bagi 50 imam masjid dengan kriteria jumlah jamaah salat subuh terbanyak.
Selain meresmikan Jembatan Salubua–Kaili, Bupati Luwu juga meresmikan jembatan di Desa Muhajirin, Kecamatan Suli Barat, dan jembatan di Desa Posi, Kecamatan Bua.
Kedua jembatan tersebut dibangun melalui dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana tahun anggaran 2024 dengan pelaksanaan pekerjaan pada 2025.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Luwu, Pj. Sekretaris Daerah Muh. Rudi, sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Luwu, Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu Kurniah Patahudding, Ketua Bidang I TP-PKK Nilasari Dhevy Bijak, Pj. Ketua DWP Kabupaten Luwu, Camat Suli Barat, para kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.







