TORAJA UTARA – Kejahatan memilukan yang terjadi di balik dinding rumah akhirnya terbongkar. Seorang ayah berinisial MP (37) diringkus aparat setelah diduga berulang kali melakukan pelecehan terhadap anak tirinya sendiri di Kabupaten Toraja Utara.
Pelaku ditangkap Tim Silakku Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Toraja Utara di kediamannya pada Sabtu, 21 Februari 2026, sekitar pukul 02.25 Wita.
Penangkapan dini hari itu menjadi akhir dari pelarian moral seorang ayah yang seharusnya menjadi pelindung, namun justru diduga menjadi pelaku kekerasan seksual.
Kasus ini mencuat setelah polisi menerima laporan terkait dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Lembang Marante, Kecamatan Sopai.
Aparat kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya mengamankan pelaku tanpa perlawanan.
Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon, mengungkapkan bahwa dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah melakukan perbuatan tersebut terhadap korban berinisial AK, yang merupakan anak tirinya.
“Pelaku mengakui telah melakukan perbuatan itu sejak korban masih berusia 16 tahun. Persetubuhan terakhir terjadi pada 16 Februari 2026,” ujar Iptu Ruxon kepada wartawan.
Menurut keterangan penyidik, peristiwa terakhir terjadi saat korban tengah terlelap di kamar. Pelaku diduga masuk secara diam-diam, memeluk korban dari belakang, lalu melarang korban berteriak sebelum melakukan tindakan seksual. Tindakan itu diduga bukan kali pertama terjadi.
Terungkapnya kasus ini bermula dari keberanian korban untuk bersuara dan melaporkan apa yang dialaminya.
Keputusan tersebut menjadi titik balik yang membawa aparat bergerak cepat menindaklanjuti laporan hingga pelaku berhasil diamankan.
Kini, MP mendekam di sel tahanan Mapolres Toraja Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Penyidik pun masih mendalami kemungkinan adanya peristiwa serupa yang terjadi sebelumnya, sekaligus memastikan korban mendapatkan pendampingan dan perlindungan selama proses hukum berlangsung.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual dapat terjadi di ruang paling privat sekalipun, dan keberanian korban untuk melapor menjadi kunci terungkapnya kasus tersebut.






